Jumat, 08 Mei 2015

ARTIKEL BERMAIN



ALAT PERMAINAN EDUKATIF
Masyunita Siregar
NIM:1141113018
Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Universitas Negeri Medan
ABSTRAK
Bermain merupakan aktivitas yang menyenagkan bagi anak sehingga bagi mereka bermain adalah kehidupan dan hidup adalah permainan. Saat ini banyak orang tua yang mengabaikan hak bermain anak dengan menjajali mereka dengan berbagai aktivitas akademik, sehingga banyak lembaga PAUD atau TK/RA yang juga menerapkan hal yang sama sesuai dengan tuntutan orang tua. Padahal melalui dunia bermain  kita dapat memberi stimulus pada anak untuk membantu mereka dalam mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka. Dalam diri sesorang terdapa potensi yang jika distimulus dengan baik sejak dini akan mengantarka ia pada masa suksesnya, sehingga tidak hanya melalaui kegiatan akademik. Salah satu alternative  untuk mewujudkan keinginan orang tua dan haka anak adalah melalui   alat permainan edukatif. Merupakan alat permainan yang  dirancang secara khusus  untuk kepentingan pendidikan.  Untuk memilih atau bahkan menciptakan alat permainan edukatif terlebih dahulu kita memahami atau menge tahui karakteristiknya seperti multifungsi dan melibatkan anak secara aktif. Melalui penyuguhan alat permainan edukatif ini pada anak, banyak manfaat yang diperoleh anak dan juga akan mewujudkan keinginan orang tua, seperti melatih konsentrasi anak dan pengenalan bentuk dan warna. Banyak contoh alat permainan edukatif yang dapat diberikan pada anak seperti puzzle, lego dan Pitagora shuichi atau pytahagoras switch.
Kata Kunci :  alat permainan edukatif
( PERANAN ORANGTUA DALAM MENANAMKAN DISIPLIN ANAK
USIA DINI )

PENDAHULUAN

Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Mereka berada pada rentan usia 0- 6 tahun, namun beberapa pendapat baru menyatakan bahwa rentan usia dini sampai pada usia 8 tahun  atau  jenjang awal sekolah dasar. Usia 0- 8 tahun merupakan masa golden age seorang anak atau individu. Pada masa golden age anak mengalami perkembangan yang teramat pesat, perbandingan  perkembangan yang terjadi pada masa ini dengan masa setelahnya adalah 4:1 atau dalam bentuk persen yaitu 80%:20%. Artinya pada usia dini segala potensi anak dapat berkembang dengan optimal apabila mendapatkan stimulus yang tepat, sedangkan pada usia 8 tahun keatas atau setelah masa golden age  perkembangan  potensi dalam diri individu hanya 20 %.
Dewasa ini banyak orang tua yang menekankan proses akademik pada kegiatan anak. Mereka beranggapan kemampuan kognitif merupakan tolak ukur dari kecerdasan seseorang. Sehingga harus dioptimalkan pada masa usia keemasan (golden age). Sesuai dengan permintaan atau keinginan orang tua, para guru PAUD atau  TK/RA  menyesuaikan proses pembelajaran di sekolah dengan melakukan berbagai kegiatan akademik. Pada akhirnya, hak azasi anak terabaikan. Maksud dari hak azasi anak adalah hak anak untuk bermain.
            Menurut Mayesty bagi seorang anak  bermain adalah kegiatan yang mereka lakukan sepanjang hari karena bagi anak bermain adalah kehidupan dan hidup adalah permaianan. Sesuai dengan pendapat  tersebut, dapat dipastikan tindakan orang dewasa disekitar anak yang selalu menjajali mereka dengan kegiatan akademik atau tuntutan untuk perkembangan kognitif semata merupakan suatu hal yang melanggar hak azasi anak. Banyak potensi dalam diri anak yang perlu dikembangkan dan tidak boleh diabaikan demi memfokuskan anak pada kemampuan kognitif.  Teori  Kecdasan jamak (multiple intelligences) dikemukakan oleh  Howard Gardner   yang dimuat dalam             buku model pendidikan anak usia dini karya Anita yus menyatakan ada  9 dimensi kecerdasan. Setiap kecerdasan akan mengantarkan seseorang mencapai sukses apabila mendapat stimulus dengan baik dan tepat pada usia dini. Untuk  mengetahui kemampuan atau dimensi kecerdasan seorang anak dapat dilakukan melaui alat tes yang sudah ada pada saat ini. Namun, secara alamiah kecerdasaan anak akan tampak dari kegitan bermain. Sehingga kegiatan bermain merupakan kegiatan utama dan paling utama bagi kehidupan anak usia dini.
            Seharusnya sebagai orang tua atau orang dewasa disekitar anak kita harus mampu memahami kebutuhan anak akan bermain, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Tindakan tepat yang dapat kita lakukan adalah dengan memberikan hak anak untuk bermain, namun tetap dalam pengawasan kita. Sebenarnya keinginan orang tua akan kemampuan akademik yang optimal dapat diasah melalui kegiatan bermain. Salah satu caranya dengan menyediakan alat permainan edukatif bagi anak. Alat permainan edukatif adalah segala  sesuatu yang dapat  digunakan sebagai sara prasaran untuk bermain dan mengandung nilai pendidikan. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa alat permainan edukatif itu adalah mahal. Tidak semua alat permainan edukatif mahal, jika kita memilki kreativitas tinggi itu jauh lebih berguna daripada uang, karena banyak alat permainan yang dapat kita ciptakan sendiri.  
Melalui hal tersebut keinginan orang tua dan anak akan terpenuhi tanpa ada yang dirugikan. Alat permainan edukatif dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak dan hak bermainnya tidak dirampas, sedangkan oran tua dapat mengwujudkan cita-citanya dalam mengoptimalkan kecerdasan anak terkhusus dibidang akademiknya. Perlu diingat juga, walaupun penyediaan alat permainan edukatif merupakan solusi antara keinginan orang tua dan hak anak kita sebagi orang tua jangan selalu menjajali mereka dengan alat permainan edukatif karena nantinya dapat menyebabkan anak bosan dengan alat permainannya.
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Alat Permainan Edukatif
Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk sarana atau media  dalam kegiatan bermain dan memilki nilai pendidikan serta dapat mengembangkan seluruh potensi dalam diri anak disebut alat permaian edukatif. Pengertian tersebut senada dengan pengertian alat permainan edukatif yang dimuat dalam buku Mayke Sugianto T, yaitu alat permainan edukatif adalah alat yang dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan.  Alat permainan edukatif  merupakan alternative untuk mengoptimalkan kemampuan atau kecerdasan yang dimilki oleh anak. Sesuai paparan dalam pendahuluan diatas, melalui jenis alat permainan ini keinginan orangtua dan hak anak akan sama-sama terpenuhi. Banyak yang diperoleh anak dari alat permainannya tersebut, seperti merangsang krativitas anak  dan juga merangsang daya pikir anak. Saat ini banyak tersedia berbagai jenis alat permain edukatif yang dapat kita temui di toko mainan anak-anak. Bukan berarti alat permainan edukatif hanya dapat dibeli di toko mainan anak-anak, melainkan kita juga dapat menciptakan alat permainan sendiri dengan kreativitas yang kita milki dengan ketentuan memenuhi syarat dari alat permainan edukatif. Bahkan menurut informasi yang saya peroleh, alat permainan edukatif dapat kita ciptakan memalaui bahan - bahan bekas di sekitar kita. Sehingga kita telah melakukan dua hal penting dengan kreativitas kita yaitu, menciptakan alat permainan edukatif dan menciptakan lingkungan bersih serta hemat biaya dengan pemanfaatan barang bekas. Untuk itu kita harus menyediakan kebutuhan anak akan alat permainan edukatif, karena untuk memperolehnya tidak selalu dengan uang melainkan kreativitas kita sendiri.
2.      Karakteristik Alat Permainan Edukatif dan Manfaatnya
Semua orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Termasuk dalam menyediakan kebutuhan alat permainan anak, terkadang banyak orang tua yang hanya mementingkan kesenangan anak semata tanpa mempertimbangkan hal-hal lain seperti manfaat dari alat permainan tesebut. Sebagi orang tua atau orang dewasa disekitar anak kita memilki tugas dan tanggung jawab untuk mengasuh dan memelihara mereka. kita harus memberikan rangsangan dengan tepat, salah satu caranya yaitu melalui perhatian terhadap anak  seperti memperhatikan kelayakan suatu alat permainan terhadap anak. Untuk itu dalam memilih alat permainan edukatif ada beberapa ciri yang perlu kita perhatikan. Mengingat banyaknya jenis alat permainan yang ditawarkan dipasaran, maka kita harus mengerti dan memahami jenis barang yang hendak kita beli atau peroleh. Alat permainan edukatif dirancang  dengan berbagai pertimbangan akan kepentingan anak mulai dari warna dan bentuk . Ciri- cirri alat permainan edukatif diantaranya adalah:
1.      Ditujukan untuk balita
Alat main dirancang untuk balita yaitu sesuai dengan batas-batas kemampuan balita.  Artinya mainan tersebut dapat digunakan untuk merangsang kemampuan dasar balita.
2.      Multifungsi
Penggunaan mainan tidak fokus pada satu jenis permain saja. Alat dapat digunakan untuk berbagai jenis kegiatan bermain, sehingga rangsangan yang diperoleh anak beragam dari jenis mainan yang digunakan .
3.      Melatih Problem solving
Dari kegiatan bermain yang dilakukan anak diajak untuk melewati tantangan. Seperti menyusun potongan puzzle menjadi satu bentuk yang utuh. Sehingga daya pikir anak akan terangsang.
4.      Melatih Konsep-konsep dasar
Alat permainan edukatif  memilki unsur untuk mengembangkan kemampuan dasar  anak seperti mengenalkan bentuk, warna dan ukuran.
5.      Melatih ketelitian dan ketekunan
Dari penggunaannya, jenis mainan ini memberikan kesenagan kepada anak dan juga memberikan tuntutan ketelitian dan ketekunan dalam memainkannya.
6.      Merangsang kreativitas
Salah satu cirri lainnya yaitu permainan edukatif mengajak anak untuk berkreativitas menggunakan alat permainannya dengan bervariasi.
7.        Melibatkan anak secara aktif
Artinya anak tidak hanya diam dan dipermudah dengan berbagi alat seperti tombol dan juga bantuaan orang tuanya. Melainkan anak aktif dalam memainkan alat permainannya.
            Setelah mengetahui karakteristik dari alat permainan edukatif tersebut maka kita dapat memilih mainan yang sesuai dengan karakteristik tersebut atau dapat menciptakan alat permainan yang mengandung karakteristik alat permainan edukatif di atas. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari alat permainan edukatif. Melatih kemampuan motorik anak merupakan salah satu manfaat yang diperoleh dari alat permainan tersebut. Seperti saat anak meraba mainannya akan melatih motorik halus pada anak dan ketika anak menggerak-gerakkan mainannya merupakan stimulus untuk motorik kasar anak.  Selanjutnya manfaat yang diperoleh dari alat permainan edukatif ini adalah melatih konsentrasi anak. Pada saat anak bermian puzzle anak harus meiliki konsentrasi dalam menyelesaikannya dan lambat laun dari alat main ini anak akan memilki konsentrasi yang tinggi nantinya. Mengenal konsep sebab akibat akan dapat dirasakan anak ketika bermain permaian edukatif, ketika anak memasukkan benda kecil kedalam benda lebih besar maka ia akan memperoleh konsep bahwa benda kecil bisa masuk kedalam benda besar. Serta salah satu manfaat lainnya anak akan mengenal macam bentuk dan warna dari berbagai jenis alat permainan edukatif.

3.      Contoh Alat Permainan Edukatif

Pada bagian ini yang menjadi pembahasan adalah contoh alat permaianan edukatif bagi anak. Setelah membahas pengertian dan katakteristik serta manfaat alat permainan edukatif pada bagian satu dan dua. Alat permainan edukatif dan permaian sejalan dalam penerapannya. Ketika anak diberikan alat permainan edukatif  maka anak akan menggunakannya dalam permainannya, sehingga permainan yang dilakukan anak tersebut merupakan permainan edukatif.
 Banyak alat dan permainan edukatif yang dapat kita temui . Dari jenis alat main yang kita temui beberapa diantaranya merupakan temuan atau yang diciptakan oleh Montessori. Montessori  yang merupakan filsuf pendidikan anak usia dini menciptakan alat permainan edukatif dengan tujuan agar anak dapat mengingat konsep-konsep yang akan dipelajari secara mandiri tanpa bimbingan dari orang dewasa. Beberapa alat permainan ciptaan dari Mariamontessori yaitu alat timbangan, slinder dengan ukuran serial dengan sepuluh ukuran, tongkat-tongkat decimeter dan meter, gambar-gambar untuk dicontoh oleh anak, dan berbagai bentuk bangun ruang seperti segitiga, balok , kubus dan lain sebagainya . Anak dapat memainkan alat main ciptaan Montessori ini dalam permaian konstruktif seperti membangun istana dari balok-balokan. Selain dari ciptaan filsuf pendidikan anak usia dini tersebut masih banyak jenis alat permainan edukatif yang dapat diberikan kepada anak usia dini.  Penyediaan alat dan permainan harus disesuaikan dengan tingkatan usia anak.
Permainan yang cocok untuk anak usia satu tahun adalah seperti permainan memasukkan benda kedalam wadah. Pada jenis kegiatannya ini anak akan memperoleh konsep sebab-akibat. Single puzzle sudah dapat diberikan pada anak usia dini. Mainan ini memilki lubang pada penutupnya untuk memudahkan anak dalam menyusun dan disertai bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segiempat. Anak akan memperoleh stimulus konsentrasi dan pengenalan bentuk dari permainan ini.
 Untuk anak usia dua tahun permainan puzzle sederhana dapat diberikan dengan bentuk yang lebih kompleks daripada anak satu tahun, yaitu seperti bentuk rumah.
Permainan anak usia dua tahun setengah sampai tiga tahun dapat dikembangkan lagi seperti bermain konstruktif rancang bangunan dan permainan puzzle dengan jumlah potongan yang lebih banyak lagi. Sedangkan untuk anak usia tiga tahun keatas dapat diberikan alat permainan seperti lego yang dapat mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak. Pitagora shuichi atau pytahagoras switch, merupakan permainan yang menggunakan konsep fisika dan matmatika yang populer untuk kalangan anak-anak di Jepang dan beberapa Negara maju lainnya. Permainan ini diciptakan oleh Rube Goldbreg asal Amerika. Cara bermainnya adalah menggunakan alat seperti karet gelang benang, gelas plastik(cangkir), buku, kayu, kelereng, bola plastic dan disusun agar dapat mengantarkan obejek kepada target yang ditentukan. Seperti objek kelereng menuju target gelas plastik(cengkir). Susun balok dan puzzle merupakan jenis maian yang dapat dimainkan anak balita samapi dengan anak remaja atau bahkan orang dewasa. Perlu diingat bahwa dalam permainan puzzle tingkatan kseulitanlah yang membedakan pada setiap usia.
Untuk alat permaian edukatif yang dapat dirancang sendiri sangat banyak seperti dalam permaian puzzle kita dapat membuat gambar sndiri dan memotongnya menjadi beberapa bagian dan anak dapat menyusunnya menjadi gambar utuh. Penggunaan media tidak selamnya harus yang baru, yang penting adalah bersih dan aman untuk anak-anak.

PENUTUP
Orang tua atau orang dewasa disekitar anak tidak perlu menjajali anak dengan kegiatan akademik. Yang perlu kita lakukan adalah memahami karakter anak dan hal apa yang dibutuhkan oleh anak. Pada anak usia dini bermain adalah dunia merka, seperti pendapat Mayesty bagi seorang anak bermain adalah kehidup dan hidup adalah permainan. Salah satu alternative untuk mewujudkan keinginan orang tua untuk bidang akademik dan tidak merampas kehidupan anak adalah melalui alat permainan edukatif. Alat permainan edukatif adalah alat yang dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan. Kita dapat memperoleh alat permainan edukatif dengan kreativitas yang dimiliki dengan catatan alat main tersebut memenuhi karakteristik dari alat permainan edukatif serta bersih dan aman bagi anak.
             Dalam mewujudkan cita-cita bangsa, peran orang tua sangat menentukan dalam mendidik anak. Pada waktunya nanti merekalah para bocah yang akan menjadi pemimpin bangsa ini, maka berikanlah stimulus pada mereka sejak usia dini agar potensi dalam diri anak dapat terkembangakan sehingga menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan agamanya.

DAFTAR  PUSTAKA
Pramono, Titin S. Permainan Asyik bikin Anak Pintar. Jakarta: IN AzNa Books, 2012.
Sugianto T, Mayke. Bermain, Main dan Permainan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, 1995.
Sujiono, Yuliani Nurani. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks, 2009.
Yus, Anita. Model Pendidikan Anak Usia Dini. Medan: Kencana, 2011.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar